Langsung ke konten utama

Anakku.

Kini aku mengerti
Semua ini terjadi
Tak dipungkiri
Hanya kamu yang kumiliki. 

Bumi di kala sunyi
Kamu takkan sendiri. 

Andaikan kau tahu
Rasa sayangku melebihi rasa sakit ini
Mungkin kau takkan pernah menyangka
Mengapa ku tetap di sini?

Selama jantung ini berdetak
Ku akan selalu menjagamu
Hingga akhir waktu
Selama nafas ini berhembus
Tak akan ada cinta yang lain
Hingga Tua Bersama

Anakku. 
Mama ga tau apakah suatu saat kamu bakal bisa membaca tulisan mama ini atau tidak. 
Karena mama juga ga niat publish ini. 

Asal kamu tau, itu lirik dari tiga lagu berbeda. 
Lagu hits di masanya. 
Ketika orang lain mengingat pasangan, mama mengingatmu. 
Karena memang sudah ga ada cinta di hidup mama selain kamu. 

Cinta mama memang egois. Platonis.
Semakin dewasa, kamu akan menemui tipe cinta lain, punya teman lain, sandaran lain, tumpuan harapan lain. 
Tapi yakinlah semua tipe cinta di dunia ini, tidak bisa menandingi apa yang mama punyai untuk kamu. 
Jarak & waktu tidak akan menghapus. 
Janji setia mama untuk menjaga kamu. 
Orang lain yang mencintaimu mungkin datang dan pergi. 
Tapi yakinlah hati mama sudah pepenuh terisi. Terkunci. 
Terpa angin, topan, membuat mama berjalan pelan, tapi mama tidak pernah berhenti. 
Mama mungkin berteriak, murka, menangis, tertusuk dan terluka dalam diam. 
Tapi mama akan bertahan dan selalu ada untuk kamu. 

Semoga kamu selalu ingat itu. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

May 2022

Tergerak buat buka blogger lagi dan menuliskan ini, semata jadi pengingat bahwa usia 34 tahun ini aku diajarkan untuk pasrah bongkokan.  Ditempa betul betul.  Diminta dewasa seutuhnya.  Wong sudah tua.  Baru kali ini rasanya mandangin kalender sambil berharap bulan Mei cepet berlalu.  Terlalu banyak kesedihan, kesialan, keburukan, kemalangan, kerjasama yang terjadi.  Sungguh baru kali ini begini.  Ga tau lagi.. Cuma bisa berpikir aku salah apa lagi.  Besok apa lagi yang bakal terjadi.  Kapan cobaannya berhenti.  Seperti setiap hari terpikir "apa lagi yang terjadi abis ini" Se negatif itu.  Se takut itu.  Sudah takut berdoa, menggantung harapan ke Sang Pemilik saking sudah kecewa bertubi tubi.  "Lakukanlah semaumu Sampai kau lelah menyakitiku Sebisaku takkan mengusikmu Ku akan mencoba mengerti dirimu" Orang lain netesin air mata dengerin ini karena keinget dikecewain manusia, tapi lagu ini seperti aku bicara pada Sang Pemil...